Dari Eropa, Freemasonry yang terbagi dalam dua kelompokbesar (Scottish Rite dan York Rite) menyebar ke seluruh dunia termasuk ke Hindia Belanda. Maskapai perdagangan Hindia Belanda, VOC, merupakan maskapai perdagangan terbesar dunia kala itu dan dimiliki oleh Vrijmetselaarij (Gerakan Preman), yang di Belanda dikenal sebagai de Heren Zeventien (Tuan-tuan Tujuh belas).
Dalam bukunya berjudul “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962“, yang diterbitkan oleh Sinar Harapan, DR. Th. Stevens memaparkan tentang gerakan dan tokoh-tokoh Freemasonry di Indonesia. Disebutkan juga bahwa Boedi Oetomo ternyata menyimpan sebuah tabir misteri yang berkaitan dengan Freemason. Fakta ini jarang sekali diungkap kedalam ranah pendidikan nasional karena memang sangat dirahasiakan sekali usaha dari organisasi terselubung ini.
Dalam buku ini disebutkan beberapa tokoh nasional Indonesia yang termasuk di dalam keanggotaan Freemasonry yang dilengkapi foto-foto ekslusif sebagai buktinya.
Di antara nama yang tercatat itu, tertulislah nama-nama terkenal seperti Sultan Hamengkubuwono VIII, RAS Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, Paku Alam VIII, RM AAA Tjokroadikoesoemo, DR Radjiman Wedyodiningrat, Raden Saleh dan banyak pengurus organisasi Boedhi Oetomo.
Jika Yahudi pra kemerdekaan yang tergabung di dalam Freemason itu meninggalkan Indonesia pada tahun 1961 setelah keputusan Presiden Sukarno tentang organisasi terlarang Freemason (dan organisasi terselubung lainnya seperti Rotary Club dan Lions Club) karena dianggap tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, ternyata di kemudian hari Freemason dan Yahudi ini kembali eksis di Indonesia dengan cara sembunyi-sembunyi. Modus operandi mereka adalah dengan mengaku sebagai keturunan Arab, agar umat awam terkecoh karena sulit membedakan Yahudi dan Arab yang fisiknya tidak jauh berbeda.



0 comments:
Post a Comment